UPAYA KERJASAMA BANTEN ENGLISH
FOUNDATION
Banten
English Foundation (BEF) merupakan lembaga baru. Namun, dalam usianya yang
masih muda sudah sarat dengan tindakan berwawasan ke depan. Pertama, cikal
bakal kerjasama ini sudah dirintis sejak Pak Rohadi dan Pak Herli
menyelenggarakan Seminar Internasional Pengajaran Bahasa Inggris di SMA Negeri
Baros. Pembicaranya adalah staf Center for British Teachers (CfBT) Brunei yaitu
Mrs. Robyn Elmi. Ia memberikan seminar dan workshop tentang strategi pengajaran
bahasa Inggris ke Guru MGMP Bahasa Inggris se-Kabupaten Serang. Suatu acara
yang sukses. Panitianya semangat, pesertanya juga antusias bertanya, pengaturan
acaranya juga mulus. Jempol deh buat MGMP Bahasa Inggris Kab Serang. MGMP ini
dinakhodai oleh Pak Rohadi. Ia dibantu oleh Pak Herli dalam penyelenggaraan
acara ini. Boleh dikata ia merupakan konsultan untuk kegiatan saat itu.
Kedua,
ketika BEF lahir, maka mengadakan diskusi dengan bos CfBT Brunei. Tidak
tanggung-tanggung, country managernya hadir, ia adalah Dr. Greg Keaney. Diskusi
BEF dan CfBT diselenggarakan di kantor UPI Kampus Serang. Peserta yang hadir
adalah Pak Rohadi, Pak Bowo, tentu saja Pak Herli. Kami seru membahas peta
situasi pendidikan ASEAN, terutama tentang diformalkannya Bahasa Inggris sebagai
“working formal language among ASEAN countries”. Dari sinilah CfBT melihat
adanya potensi peluang kerjasama untuk Indonesia dengan melalui BEF.
Ketika
diskusi sedang seru-serunya, Pak Rohadi menerima kabar bahwa anaknya terserang
diare dan ia dirawat di rumah sakit. Pak Rohadi kelihatan sedih tapi mau apa
lagi. Ia pamitan ke forum dan kelihatan serba “kerok”, tapi kami memaklumi.
Bagaimanapun keluarga harus kita utamakan apalagi ini sedang dalam keadaan
darurat. Pak Rohadipun pergi. Kami melanjutkan diskusi bertiga: Pak Greg, Pak
Bowo, dan Pak Herli hingga menjelang jam tiga. Ketika sudah cape diskusi
tibalah Pak Greg beristirahat di hotel.
Pak
Herli meminta Pak Bowo untuk mengantar Pak Greg ke hotel. Pak Bowo sangat
kreatif di tengah perjalanan ke Hotel Le Dian, Pak Greg “dimampirkan” oleh Pak
Bowo ke SMK N1 Serang. Saya baru tahu malam harinya ketika ketemu Pak Greg di
MOS. Padahal itu, waktu yang saya atur buat Pak Greg rehat dan merespon hal-hal
urgent yang ada di Brunei. Kan dia itu … Country manager, waktunya sangat
“precious” banget. Next time, I will be more than happy, if all
colleagues tell me in advance any plan you have in mind, please …” (HS,2013).










