Sunday, July 14, 2013

Making appointment


 





 
Buat Janji
 
 

B
uat janji atau bahasa Inggrisnya "appoinment arrangement" suatu hal yang harus dipelajari dan diamalkan oleh kita. Memangnya kenapa ? Begini nih, situasi konteks Indonesia ada diskursus seperti ini: " saya ga janji ya...", "saya ga bisa datang karena ada acara mendadak / padahal dia sudah janji datang", " Ga apa-apa ga datang, untung saya sudah bilang 'Insya Alloh'; " tolong ingatkan lagi ya ...", dll. Apa memang bener seperti itu ? Atau sekedar jurus berkelit aja ?

" Buat janji dengan orang bule lebih enak ke hati karena kalau dia mengatakan akan datang, dia datang ...lain dengan janji sama orang kita, bisa berubah pada menit-menit terakhir..." kata seorang teman. Apa yang dilakukan oleh si bule ini ? Padahal ia untuk datang mesti menyeberangi lautan, menjalani jalan darat yang panjang, mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. To the best of my knowledge, orang bule sebelum membuat janji, ia akan mengecek pada agenda kegiatan dia. Ia bahas bersama keluarganya. Atau ia menganalisis kalender akademik atau kegiatan kantornya. Jadi, kesanggupan tanggal yang diberikan memang melalui perencanaan yang matang, semua perspektif ia analisis. Manakala ia mengatakan: " Yes, definitely confirmed I will come to Indonesia". Ini berati si bule betul-betul akan datang. Hebat ya, padahal ia tidak mengatakan "Insya Alloh"  he he he ...
Nah faktor "  appoinment arrangement" inilah yang harus kita pelajari dari orang bule. Terutama "committed" akan janji untuk hadir yang kita ucapkan. Sekali kita mengatakan "akan hadir" maka acara yang datang kemudian harus kita atur lagi.  Maksudnya dijadwal ulang di waktu lain. Sehingga, "appoinment" yang sudah anda bilang "akan datang" jadi aman. Bahkan, harus mengusahakan jangan sampai ada penggagalan " menit-menit terakhir / last minutes". Penggagalan ini, mungkin saja akan mendatangkan mudharat pada keluarga yang sudah menyiapkan akan menerima anda. Bagaimana kalau ada musibah ? Itu lain lagi Mas Bro / Mbak Sis.  Itu namanya "force majeur".

Apa sih manfaatnya kita tepat waktu dalam berjanji ? Oh, tentu banyak manfaatnya Mas Bro/Mbak Sis. Kita kan warga dunia. Apalagi kita mau "benckmarking" dengan dunia internasional. Ada ISSO, ada hal-hal yang serba internasional. Nah, gimana kita jadi warga dunia bila hal yang kecil aja kita gagal dalam membuat janji. Terus, di dunia internasional, "making appoinment " dan " fufilling appoinment" merupakan kualitas diri kita dihadapan orang lain. Artinya, pembicaraan kita dipandang sebagai sesuatu yang akan terjadi. " Gampang dipegang omongannya" demikian kata orang kita mah. Menyatunya perkataan dan perbuatan.

Apa yang harus mulai kita kerjakan? Mencontoh Nabi. Ia mengatakan bahwa orang mukmin itu: " bila ia berkata ia benar, bila ia diberi kepercayaan ia amanah, dan bila ia berjanji ia tunaikan". Nah, Mas Bro / Mbak Sis, "appoinment arrangement" ini sangat penting untuk organisasi BEF. Mari kita sama-sama mengatur waktu kita secara cermat, dewasa, dan berkarakter. Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan. Selamat berpuasa... Lebaran 25 hari lagi ...! (HS. 2013).